Analisis Banjir Akibat Sudetan Meandering Sungai Kolokoso Studi Kasus : Bandara Dhoho, Kediri

Read full text
Authors: M Gilang Indra Mardika, Tera Melya Patrice Sihombing, Ryan Andreas
Cited by: 0

Abstract

DAS Kolokoso mengalami perubahan tata guna lahan dengan dibangunnya Bandara Dhoho Kediri. Dalam antisipasi perubahan lahan ini, dilakukan sudetan meandering sebagai antisipasi mitigasi banjir di Area Bandara Kediri. Objek yang digunakan dalam penelitian adalah dimensi Box Culvert. Metode distribusi yang memenuhi dalam analisis frekuensi untuk menentukan hujan rancangan adalah distribusi log pearson III. Metode yang digunakan dalam mendapatkan nilai intensitas hujan adalah metode Mononobe dengan kala ulang 25 tahun. Metode curah hujan efektif yang dipilih adalah metode Alternating Block Methode, dengan nilai hyetograph berurut selama 6 jam adalah 71,61 mm; 18,61 mm; 13,06 mm; 10,39 mm; 8,78 mm; 7,67 mm. HSS SCS digunakan untuk metode debit banjir dengan debit puncak sebesar 0,829 m 3 /detik. Dengan menjalankan analisis menggunakan software HEC-RAS 6.4.1 perbedaan luasan sebaran banjir di sekitar area bandara dengan luasan banjir sebelum dilakukan sudetan adalah 5,93 ha dan luasan banjir setelah dilakukan sudetan adalah 0,65 ha. Setelah melakukan kalibrasi dan validasi data, didapatkan persentase perbandingan antara tinggi muka air antara data terukur dengan data hasil analisis sebaran banjir adalah 89% dan perbandingan antara kecepatan aliran antara data terukur dengan data hasil analisis sebaran banjir adalah 98%.

Fields of Study & Subjects

Flood Risk Assessment and Management Urban Stormwater Management Solutions Hydrology and Sediment Transport Processes

Publication details

Journal / source
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
Volume
23
Issue
4
Pages
273–273
Publication date
12 January 2026
Language
EN