Peran Future Anxiety dan Work Readiness dalam Memprediksi Stres pada Fresh Graduate
Abstract
Transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja merupakan fase yang menantang bagi fresh graduate, terutama dalam kondisi pasar kerja yang kompetitif dan tidak menentu. Situasi ini berpotensi meningkatkan stres psikologis, khususnya ketika individu mengalami future anxiety dan memiliki work readiness yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran future anxiety dan work readiness dalam memprediksi tingkat stres pada fresh graduate. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 304 partisipan berusia 18-25 tahun. Data dikumpulkan menggunakan Future Anxiety Scale (FAS), Work Readiness Scale (WRS), dan Perceived Stress Scale (PSS-10), serta dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa future anxiety dan work readiness secara simultan berperan signifikan dalam memprediksi stres, F(2, 301) = 64.43, p < .001, dan menjelaskan 29.5% variansi stres (Adjusted R² = 0.295). Secara parsial, future anxiety berperan positif dan signifikan terhadap stres (β = 0.547, p < .001), sedangkan work readiness berperan negatif dan signifikan terhadap stres (β = -0.140, p = .004). Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan terhadap masa depan dapat meningkatkan stres pada fresh graduate, sementara kesiapan kerja yang lebih tinggi berperan dalam menurunkannya.
Fields of Study & Subjects
Student Stress and Coping
Perfectionism
Procrastination
Anxiety Studies
Education
Sociology
Communication Studies
Publication details
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Preprint