MAKNA CINTA DALAM HUBUNGAN ROMANTIS BERDASARKAN STERNBERG TRIANGULAR THEORY OF LOVE PADA GENERASI Z DI JABODETABEK
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna cinta dalam hubungan romantis pada Generasi Z di Jabodetabek berdasarkan Triangular Theory of Love (Sternberg, 1986), yang terdiri dari tiga komponen utama, intimacy, passion, dan commitment. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan melibatkan responden yang berdomisili di Jabodetabek, dengan Generasi Z sebagai fokus utama analisis. Pengukuran dilakukan menggunakan Triangular Love Scale (TLS) yang telah diterjemahkan dan diadaptasi ke dalam skala Likert 7 poin, dengan reliabilitas yang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan cinta pada Generasi Z paling menonjol pada komponen intimacy dan commitment, sementara passion lebih bervariasi. Perbedaan paling menonjol tampak pada komponen commitment, yang cenderung lebih rendah dibanding komponen lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa cinta pada Generasi Z lebih banyak dimaknai sebagai kedekatan emosional dan keterhubungan interpersonal, tetapi belum selalu disertai keputusan yang tegas untuk mempertahankan hubungan dalam jangka panjang. Analisis tambahan menggunakan ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar generasi pada dimensi intimacy dan commitment, namun tidak pada passion. Temuan ini mengindikasikan bahwa pergeseran pemaknaan cinta lintas generasi lebih tampak pada aspek kedekatan emosional dan orientasi komitmen, sementara ketertarikan romantis relatif lebih serupa di berbagai generasi. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika cinta dan hubungan romantis pada Generasi Z dalam konteks urban Indonesia.
Fields of Study & Subjects
Student Stress and Coping
Education
Sociology
Communication Studies
Contemporary Christian Leadership and Education
Publication details
- Journal / source
- OSF Preprints (OSF Preprints)
- Publication date
- 1 January 2026
- Document type
- Preprint