ANALISIS PENGARUH IMPLEMENTASI MANAJEMEN KUALITAS TERHADAP USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA BANYUWANGI: STUDI KASUS PADA SALAD BUAH PRASMANAN BANYUWANGI SEBAGAI PELAKU UMKM BIDANG KULINER

Read full text
Authors: Ardhi Wisnu Wardhana, Irwa Febriana Jaya
Cited by: 0

Abstract

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat juga mulai menyadari pentingnya berwirausaha. Kegiatan kewirausahaan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat dan pemerintah, baik dalam hal penyediaan lapangan kerja, pengurangan angka pengangguran, pengentasan kemiskinan, hingga pengurangan kesenjangan sosial. Wirausahawan juga menjadi agen inovasi yang mampu menciptakan produk dan jasa baru yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk wirausaha yang berkembang pesat saat ini adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal, salah satu contohnya adalah di wilayah Banyuwangi. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banyuwangi tahun 2024, jumlah UMKM mencapai 773 unit, dengan rincian sektor kuliner mendominasi sebanyak 438 usaha (56,66%), diikuti sektor produksi sebanyak 301 usaha (38,94%), jasa 31 usaha (4,02%), dan peternakan serta perikanan sebanyak 3 usaha (0,38%). Data tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner menjadi tulang punggung kegiatan wirausaha di daerah tersebut. Kota Banyuwangi juga memiliki posisi strategis sebagai pusat perekonomian dan destinasi pariwisata utama di Provinsi Jawa Timur, yang memperkuat peluang berkembangnya usaha di bidang kuliner. Banyuwangi merupakan daerah yang gencar mengembangkan dan membangun UMKM dengan berbagai strategi yang menarik. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di daerah banyuwangi dirangkul, diberikan ruang, diajak untuk maju dan berkembang bersama pemerintah daerah. Berbagai macam event yang digelar oleh pemerintah daerah Banyuwangi untuk mengenalkan dan mewujudkan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah. Salah satunya, adalah diadakannya event Art Week, Banyuwangi festival, dan kegiatan lain yang seringkali pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak para pelaku UMKM untuk turut berkontribusi dalam setiap kegiatan. Produk UMKM dirangkul oleh pemerintah daerah antara lain woodcraft, fashion, food dan beverages, batik, pupuk, accessories dan lainnya. UMKM Salad Buah Prasmanan Banyuwangi, memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian Banyuwangi, menjadi salah satu UMKM bergerak dibidang kuliner yang sering ikut serta dalam event UMKM yang sering diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kreatifitas dan kegigihan menjadi sebuah peluang usaha besar, dimana salad yang telah kita kenal sedemikian rupa dikemas lagi dengan bentuk penjualan yang unik, yang memberikan kebebasan dan pengalaman terhadap konsumen untuk memilih buah dan isian salad sesuai dengan selera atau keinginan. Tidak hanya menawarkan produk salad buah saja, terdapat berbagai macam sajian buah lainnya seperti smoothies, snack tray buah, mochi, milk shake dan jajanan lainnya. Salad Buah Prasmanan Banyuwangi by Ibu Irwa adalah pelopor salad buah prasmanan di Banyuwangi sejak 2019, outletnya sekarang berlokasi di Jl Jaksa Agung Suprapto 123, Mojoroto. Sejak 2019 Irwa merupakan sosok hebat dibalik suksesnya salad buah prasmanan Banyuwangi saat ini. Berbagai upaya telah ia lalui dan lakukan untuk mempertahankan dan mengembangkan produk salad buah prasmanan. Meski telah memiliki karyawan Ibu Irwa akan memastikan sendiri bahwa produk yang di berikan kepada konsumen adalah produk dengan kualitas terbaik. Karena kualitas produk yang telah diberikan oleh produsen terhadap pemakai (konsumen) sangatlah berpengaruh terhadap penilaian konsumen atas kelebihan dan keistimewaan produk (Isnaeni et al., 2021). Ibu Irwa sebagai ownernya juga selalu mengepakkan sayap untuk turut ikut dalam setiap event baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, diselenggarakan oleh sekolah atau universitas, atau bahkan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Antusias konsumenpun tidak diragukan lagi, dengan harga yang terjangkau konsumen dapat membawa pulang makanan sehat. Maka tidak heran lagi, Ibu Ira berani turut dalam setiap event. Selain itu, dalam pemasaran produknya salad buah prasmanan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini yakni dengan membangun brandingnya di media sosial dengan instagram dan juga TikTok @saladbuahprasmanan.bwi sebagai wadah atau media untuk media untuk menerapakan digital marketing tentunya untuk menjangkau konsumen dan pangsa pasar yang lebih luas dengan berbagai konten dan tawaran menarik di media sosial. Proses Produksi hingga pemasaran yang dibuat sedemikian menarik dan penyajian kualitas yang diberikan kepada konsumen membuat kami tertarik untuk meneliti dan menganalisis lebih dalam lagi mengenai usaha yang digeluti Ibu Irwa, dengan kurun waktu cukup lama usahanya mampu bersaing dengan usaha atau UMKM lain ataupun dengan usaha sejenis, bahkan salad buah prasmanan banyuwangi mampu bertahan di kala Covid-19 mengancam dan menjadikan fenomena itu sebagai peluang dengan memanfaatkan digital marketing. Bahkan hingga saat ini salad buah prasmanan banyuwangi tetap eksis dan memanfaatkan media digital untuk menarik daya beli konsumen dan menjangkau konsumen baru untuk mengenal dan mengetahui salad buah prasmanan banyuwangi. Hal tersebut menarik untuk dibahas dikarenakan disisi lain, tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM saat ini semakin kompleks, terutama dalam hal persaingan usaha dan perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis. Untuk menghadapi hal ini, UMKM harus mampu menetapkan strategi komunikasi pemasaran yang tepat agar dapat membangun citra usaha yang kuat, menyampaikan nilai produk kepada konsumen secara efektif, serta menciptakan hubungan emosional yang positif dengan pelanggan. Strategi pemasaran dengan kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan menarik kepada konsumen merupakan kunci dalam menciptakan minat beli terhadap produk. Konsumen merasa bahwa layanan online bersifat praktis, cepat, dan mampu memberikan nilai lebih, terutama ketika faktor harga dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama (Taufik et al.,2020). Dalam konteks tersebut, digital marketing menjadi sangat relevan untuk diterapkan. Strategi pemasaran yang dilakukan secara digital melalui media sosial dan ecommerce terbukti mampu membangun ketertarikan, kenyamanan, dan kepuasan konsumen saat melakukan pembelian. Ketika strategi digital marketing dilakukan dengan tepat, konsisten, dan menarik, maka konsumen cenderung memiliki minat lebih tinggi untuk membeli produk yang ditawarkan Saragih & Ramdhany et al., 2018). Selain gencarnya pemanfaatan digital marketing salad buah prasmanan Banyuwangi juga menjaga dan mempertahankan kualitas produk terbaiknya sampai kepada tangan konsumen. Proses Produksi hingga pemasaran yang dibuat sedemikian menarik dan penyajian kualitas yang diberikan kepada konsumen membuat kami tertarik untuk meneliti dan menganalisis lebih dalam lagi mengenai usaha yang digeluti Ibu Irwa, dengan kurun waktu cukup lama usahanya mampu bersaing dengan usaha atau UMKM lain, bahkan quini craft mampu bertahan di kala Covid-19 mengancam dan menjadikan fenomena itu sebagai peluang. Maka penulis tertarik dan menuangkan analisis ini dalam sebuah laporan yang berjudul “ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN KUALITAS TERHADAP USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KOTA BANYUWANGI: STUDI KASUS PADA SALAD BUAH PRASMANAN BANYUWANGI SEBAGAI PELAKU UMKM BIDANG KULINER

Fields of Study & Subjects

SMEs Development and Digital Marketing Quality and Management Systems Management Systems and Quality Improvement

Publication details

Publication date
1 January 2026
Document type
Preprint