Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Resiliensi pada Generasi Z yang Menjalani Program Magang
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan hasil adanya hubungan kecerdasan emosional dengan resiliensi pada Generasi Z yang sedang menjalani magang ataupun sudah menyelesaikan magang. Dengan mengikuti magang, merupakan bentuk pengalaman baru bagi Generasi Z dalam merasakan tekanan kerja, yang mana penting untuk memahami akan peran kecerdasan emosional dan resiliensi dalam membantu untuk penyesuaian diri. Selain itu, penelitian ini juga memberikan gambaran terkait bagaimana pengalaman magang dapat mempengaruhi aspek psikologis Generasi Z, khususnya terhadap ketahanan diri dan pengelolaan emosi. Adapun hipotesis yang telah ditentukan adalah terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan resiliensi pada Generasi Z yang menjalani program magang yang mana artinya semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin tinggi pula resiliensi Generasi Z. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain korelasional non-eksperimental. Kriteria partisipan merupakan Generasi Z yang memasuki umur 18 tahun keatas yang sedang menjalani magang ataupun sudah mengikuti magang minimal enam bulan. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling, dimana data berdasarkan hasil dari penyebaran kuesioner secara daring. Selain itu, alat ukur yang digunakan untuk variabel kecerdasan emosional ialah Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) dan variabel resiliensi ialah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC).
Fields of Study & Subjects
Emotional Intelligence and Performance
Resilience and Mental Health
Social Skills and Education
Publication details
- Journal / source
- Open Science Framework
- Publication date
- 1 January 2026