RESILIENSI IDENTITAS SOSIAL ISLAM MELALUI PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL DI ERA GLOBALISASI

Read full text
Authors: Mohammad Ali Ali, Yudik Pradana, M. Khusna Amal, Abd. Halim Soebahar, Mursalim
Cited by: 0

Abstract

Era globalisasi telah memunculkan dinamika sosial yang kompleks dan sering kali menantang stabilitas identitas keagamaan, termasuk dalam komunitas Muslim yang memiliki akar budaya lokal yang kuat. Arus informasi global, budaya populer, dan nilai-nilai transnasional kerap menekan identitas lokal, sehingga memicu apa yang disebut sebagai krisis identitas sosial. Dalam konteks ini, pelestarian kearifan lokal menjadi semakin signifikan sebagai mekanisme pertahanan budaya sekaligus penopang identitas Islam yang inklusif dan adaptif. Kajian pustaka dari berbagai disiplin studi Islam, sosiologi, dan antropologi budayamenunjukkan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi mengandung nilai, simbol, dan praktik sosial yang memiliki kesesuaian mendalam dengan ajaran Islam. Tradisi seperti selamatan, gotong royong, takziah, dan tradisi keagamaan lokal lain, ketika dipadukan dengan nilai-nilai Islam, berfungsi sebagai media internalisasi ajaran agama yang membumi dan mudah diterima masyarakat. Integrasi inilah yang menjadikan identitas sosial Islam tetap kuat di tengah gempuran globalisasi. Lebih jauh, kearifan lokal berperan sebagai benteng resiliensi sosial, karena mampu menjaga kohesi komunitas dan meneguhkan rasa memiliki. Dengan mempertahankan tradisi lokal yang selaras dengan nilai Islam, komunitas Muslim tidak hanya menjaga kontinuitas budaya, tetapi juga membangun identitas keagamaan yang otentik, fleksibel, dan relevan dengan tantangan zaman.

Fields of Study & Subjects

Cultural and Religious Practices in Indonesia Islamic Thought and Society Studies Globalization and Cultural Identity

Publication details

Journal / source
At-Thullab Jurnal Mahasiswa Studi Islam
Volume
8
Issue
1
Pages
157–173
Publication date
10 January 2026