FENOMENA KESEJAHTERAAN GURU AGAMA YANG RENDAH DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH

Read full text
Authors: Asma’ Fauziah Saidah, Nuur Marfu’athus, Zahidah Fauziyah
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena rendahnya kesejahteraan guru agama di Indonesia melalui perspektif Maqasid Syari‘ah. Meskipun pemerintah telah berupaya meningkatkan tunjangan, sebagian besar guru agama non-PNS masih menerima kompensasi yang tidak memadai, jauh di bawah standar hidup layak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesejahteraan guru agama berdasarkan lima tujuan utama Maqasid Syari‘ah, yaitu: pemeliharaan agama (hifz din), jiwa (hifz nafs), akal (hifz ‘aql), keturunan (hifz nasl), dan harta (hifz mal). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, data diperoleh dari al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta laporan resmi Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan ekonomi yang dialami guru agama tidak hanya memengaruhi kesejahteraan material mereka, tetapi juga mengganggu kapasitas spiritual, intelektual, dan sosialnya. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip dasar hukum Islam mengenai keadilan dan martabat manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan administratif, melainkan kewajiban moral dan teologis yang sejalan dengan tujuan Maqasid syari‘ah dalam mewujudkan keadilan (‘adl) dan kemaslahatan umum (maslahah) dalam pendidikan Islam.

Fields of Study & Subjects

Education and Islamic Studies Qur’anic Interpretation Studies Islamic Finance and Banking Studies

Publication details

Journal / source
At-Thullab Jurnal Mahasiswa Studi Islam
Volume
8
Issue
1
Pages
125–141
Publication date
10 January 2026