Analisis Faktor Risiko Prolaps Organ Panggul Pada Pasien Ginekologi di RSUD Arifin Achmad: Studi Retrospektif 2022–2025

Read full text
Authors: Jojor Sihotang, Edy Fakhrizal, Sri Wahyu Maryuni, Imelda E.B Hutagaol, Agnes Regina Bagariang, Clarentia Sitangang, Artia Martha Vania Butarbutar
Cited by: 0

Abstract

Latar Belakang: Prolaps organ panggul (POP) merupakan kondisi ginekologis yang signifikan menurunkan kualitas hidup perempuan, terutama pada populasi lanjut usia dan multipara. Prevalensi globalnya diperkirakan mencapai 30,9% (95% CI 24,4–38,2%). Di Indonesia, khususnya di rumah sakit rujukan regional seperti RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, data epidemiologis komprehensif mengenai POP dan faktor risikonya masih sangat terbatas, sehingga menghambat pengembangan strategi pencegahan dan tata laksana klinis yang tepat sasaran.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko demografis dan klinis utama yang berhubungan dengan POP serta menganalisis hubungan faktor risiko dengan pola diagnosis prolaps organ panggul (sistokel, rektokel, dan prolaps uteri) pada pasien ginekologi yang ditangani di RSUD Arifin Achmad periode 2022–2025.Metode: Studi analitik potong lintang retrospektif dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien ginekologi yang didiagnosis POP. Variabel yang diekstraksi meliputi usia, paritas, jenis persalinan, status menopause, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit kronis. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko independen.Hasil dan Pembahasan: Analisis terhadap 515 rekam medis pasien ginekologi menunjukkan bahwa diagnosis prolaps organ panggul yang paling banyak ditemukan adalah rektokel. Mayoritas pasien berada pada kelompok usia ≥50 tahun, telah memasuki masa menopause, dan memiliki status multiparitas. Temuan ini menunjukkan bahwa prolaps organ panggul bersifat multifaktorial dan lebih dipengaruhi oleh faktor obstetri.Kesimpulan: POP merupakan kondisi multifaktorial yang sangat berkaitan dengan usia, paritas, persalinan pervaginam, menopause, dan obesitas pada populasi kami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya langkah pencegahan terstruktur seperti pelatihan otot dasar panggul, program pengelolaan berat badan, dan edukasi pasien yang ditargetkan untuk kelompok berisiko tinggi. Studi ini menyediakan dasar bukti penting bagi pengembangan pedoman klinis dan intervensi kesehatan masyarakat di bidang uroginekologi di tingkat lokal.

Fields of Study & Subjects

Pelvic floor disorders treatments Uterine Myomas and Treatments Menopause: Health Impacts and Treatments

Publication details

Journal / source
Jurnal Kesehatan Reproduksi
Volume
12
Issue
3
Pages
103–103
Publication date
28 January 2026
Language
EN