Konstruksi Makna Wahyu dan Peran Pesantren Salafi dalam Aksi Kemanusiaan Pascabencana: Studi Kasus Pesantren Ma’had Baitussalam

Read full text
Authors: Fikramsyah Putra Ramadhan, Andri Ashadi, Novizal Wendry
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren berbasis manhaj salafi dalam merespons persoalan kemanusiaan pascabencana, dengan menekankan pada konstruksi makna wahyu yang melandasi keterlibatan santri dalam aksi kemanusiaan. Studi ini dilakukan di Pesantren Ma’had Baitussalam yang berlokasi di Lubuk Minturun, Kota Padang, wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bencana alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengajar dan santri, serta dokumentasi kegiatan kemanusiaan pascabencana. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan menerapkan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren berperan aktif sebagai aktor sosial-keagamaan dalam aksi kemanusiaan pascabencana. Keterlibatan tersebut didasarkan pada pemaknaan Q.S. Al-Mā’idah ayat 2 sebagai perintah untuk mengamalkan nilai tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Wahyu dipahami tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai pedoman praktis yang membentuk orientasi moral dan tindakan santri. Keunikan pesantren ini terletak pada kecepatan respons dalam situasi darurat, keterlibatan langsung pengajar dan santri di lapangan, serta integrasi aksi kemanusiaan ke dalam proses pembinaan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren berbasis manhaj salafi memiliki potensi signifikan dalam mengintegrasikan kesalehan religius dengan praktik solidaritas sosial dalam konteks kebencanaan.

Fields of Study & Subjects

Religion Society and Development Education and Islamic Studies Islamic Studies and Radicalism

Publication details

Journal / source
Jurnal Keilmuan dan Keislaman
Pages
133–147
Publication date
7 February 2026
Language
ID