A ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN KOTA PROBOLINGGO
Abstract
Budidaya ikan kerapu berbasis keramba jaring apung (KJA) membutuhkan kondisi perairan yang sesuai, terutama terkait parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, klorofil-a, Total Suspended Solid (TSS), arus, dan kedalaman. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya kerapu di wilayah pesisir Probolinggo dengan memanfaatkan citra satelit MODIS/Aqua, VIIRS, dan Sentinel-3 OLCI. Parameter oseanografi diekstraksi dari citra Level-2 menggunakan algoritma standar NASA Ocean Color dan algoritma TSS Laili. Analisis spasial dilakukan melalui proses reclassify, pembobotan, dan teknik Weighted Overlay aplikasi sistem informasi geografis untuk menentukan kelas kesesuaian lahan, yakni sangat sesuai (S1), sesuai (S2), dan tidak sesuai (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan berada pada kisaran optimum budidaya, dengan suhu permukaan laut 30.24–30.50°C, salinitas 32.93–33.02 ppt, TSS 8.57–22.59 mg/L, serta konsentrasi klorofil-a yang mendukung kesuburan perairan. Kedalaman perairan 5–25 meter juga sesuai dengan standar kebutuhan struktural KJA. Secara spasial, wilayah sangat sesuai (S1) memiliki luas 4951.67 ha (16.91%), wilayah sesuai (S2) mencakup 23574 ha (80.52%), dan wilayah tidak sesuai (S3) seluas 749.94 ha (2.56%). Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 97% perairan Probolinggo masih layak dan potensial untuk pengembangan budidaya kerapu, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan kawasan budidaya laut yang berkelanjutan. Kata Kunci: kesesuaian lahan, budidaya kerapu, citra satelit, oseanografi, Probolinggo, sistem informasi geografis
Fields of Study & Subjects
Marine and Coastal Ecosystems
Coastal Management and Development
Heavy Metal Pollution Remediation
Publication details
- Journal / source
- TEKNOSAINS MEDIA INFORMASI SAINS DAN TEKNOLOGI
- Volume
- 19
- Issue
- 3
- Pages
- 424–436
- Publication date
- 7 January 2026