Tradisi Labuh Saji dalam Perspektif Sejarah Kemaritiman di Palabuhan Ratu Sukabumi

Read full text
Authors: Mochamad Dzikri Rivaldi, Leli Yulifar
Cited by: 0

Abstract

Tradisi Labuh Saji merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Nusantara yang berkaitan erat dengan aktivitas kemaritiman. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh komunitas nelayan melalui ritual simbolik berupa pelarungan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan, serta penghormatan terhadap kekuatan alam laut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Labuh Saji dalam perspektif sejarah kemaritiman Indonesia. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan sumber-sumber sejarah yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan historis-interpretatif untuk menelusuri makna, fungsi, serta dinamika tradisi Labuh Saji dalam berbagai periode sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Labuh Saji tidak hanya merepresentasikan sistem kepercayaan masyarakat maritim, tetapi juga mencerminkan hubungan historis antara manusia, laut, dan struktur sosial-budaya masyarakat pesisir sejak masa praaksara hingga periode Islam dan kolonial. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai mekanisme sosial dalam memperkuat solidaritas komunitas serta membangun kesadaran ekologis dalam pemanfaatan sumber daya laut. Dengan demikian, tradisi Labuh Saji dapat dipahami sebagai bagian integral dari sejarah kemaritiman Indonesia yang memperlihatkan kesinambungan dan adaptasi nilai-nilai budaya maritim dari masa ke masa.

Fields of Study & Subjects

Cultural and Religious Practices in Indonesia Coastal Management and Development Global Maritime and Colonial Histories

Publication details

Journal / source
Riwayat Educational Journal of History and Humanities
Volume
9
Issue
1
Pages
1187–1201
Publication date
31 January 2026