Hubungan Antara Perceived Social Support Dengan Self Esteem Pada Remaja Penyandang ADHD
Abstract
Berdasarkan UU Nomor 8 tahun 2016, ADHD dapat diklasifikasikan sebagai jenis disabilitas mental bersama dengan Spectrum Autism, gangguan Bipolar dan sebagainya. ADHD cenderung mengalami sindrom inattentive, impulsivity dan hyperactivity yang berdampak terhadap aspek akademik mereka di sekolah. Sementara itu, partisipasi penyandang ADHD baik dalam bersosialisasi atau dalam lingkungan masyarakat akan menimbulkan tantangan yakni, tekanan dalam bersosialisasi, serta sejauh mana penerimaan teman sebaya terhadap penyandang ADHD. Tidak jarang terdapat pihak yang justru kurang mendukung kehadiran penyandang ADHD, sementara dukungan sosial memiliki peranan yang penting dalam perkembangan self esteem terlebih bagi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perceived social support dengan self esteem pada remaja penyandang ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Multidimensional Perceived Social Support (MSPSS) dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Partisipan pada penelitian ini yaitu 27 partisipan remaja penyandang ADHD yang berada di wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu perceived social support pada dimensi pertemanan (friends) memiliki hubungan positif dengan self esteem pada remaja penyandang ADHD (rs = 0.592, p >0.05). Sementara itu, pada dua dimensi lainnya dari perceived social support yaitu keluarga (family) dan individu yang dianggap penting (significant others) tidak memiliki hubungan yang signifikan positif dengan self esteem pada remaja penyandang ADHD.
Fields of Study & Subjects
Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Psychosocial Factors Impacting Youth
Family and Disability Support Research
Publication details
- Journal / source
- Journal Psikogenesis
- Volume
- 13
- Issue
- 2
- Pages
- 138–146
- Publication date
- 2 February 2026
- Language
- ID