Kesepian dan Non-suicidal Self-injury pada Emerging Adults yang Orang Tuanya Bercerai
Abstract
Perceraian orang tua sering kali menimbulkan dampak psikologis yang mendalam, salah satunya adalah rasa rasa kesepian. Dalam beberapa kasus, kesepian terbukti menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perilaku non-suicidal self-injury (NSSI). NSSI kerap kali ditemukan terjadi pada kelompok emerging adult. Mereka berada pada fase krisis transisi antara remaja dan dewasa dengan tantangan hubungan romantis, pilihan studi dan karir, serta juga menjadi mandiri dari orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rasa kesepian terhadap non-suicidal self-injury pada emerging adult dengan orang tua yang bercerai. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner Inventory of Statements About Self-injury (ISAS) untuk mengukur perilaku dan fungsi NSSI dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengukur tingkat kesepian. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling, berjumlah 56 orang dewasa awal (M= 22.2 tahun, SD = 2.4) yang pernah melakukan self-injury dan berada pada keluarga yang bercerai. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana, rasa kesepian memiliki kontribusi yang signifikan terhadap NSSI dengan fungsi intrapersonal, yaitu sebesar 16,8%. Namun, kesepian tidak berperan signifikan terhadap NSSI fungsi interpersonal. Oleh karena itu, emerging adult dari keluarga yang bercerai perlu mendapat perhatian khusus terkait kesepian yang berpotesni melakukan NSSI, sehingga diperlukan dukungan keluarga dan program konseling yang berguna dalam mencegah NSSI.
Fields of Study & Subjects
Suicide and Self-Harm Studies
Homicide
Infanticide
and Child Abuse
Grief
Bereavement
and Mental Health
Publication details
- Journal / source
- Journal Psikogenesis
- Volume
- 13
- Issue
- 2
- Pages
- 158–172
- Publication date
- 2 February 2026
- Language
- ID