PERHITUNGAN DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN HEC-HMS PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WAY BULOK

Read full text
Authors: Rizki Muhammad Fadli, Anwar Anwar, Cahya Sujatmiko
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitungan debit banjir dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu dan pemodelan HEC-HMS ( Hydrologic Engineering Center – Hydrologic Modeling System ). Data yang digunakan berupa curah hujan maksimum tahunan, Digital Elevation Model (DEM), serta peta penggunaan lahan dan jenis tanah. Analisis hujan rencana dihitung menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III, sedangkan pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak GIS dan HEC-GeoHMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit puncak yang dihasilkan oleh HEC-HMS lebih besar sekitar 17% dibandingkan dengan metode Nakayasu pada seluruh kala ulang. Pada kala ulang 10 tahun, debit maksimum metode Nakayasu adalah 500,7 m³/s, sedangkan HEC-HMS sebesar 585,9 m³/s; untuk 25 tahun sebesar 938,1 m³/s (Nakayasu) dan 1.097,8 m³/s (HEC-HMS); 50 tahun sebesar 1.469,8 m³/s dan 1.720,1 m³/s; serta 100 tahun sebesar 2.284,1 m³/s dan 2.673,1 m³/s. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Nakayasu unggul dari segi kesederhanaan dan efisiensi pada DAS dengan keterbatasan data, namun cenderung memberikan hasil yang konservatif ( underestimate ). Sebaliknya, HEC-HMS memberikan hasil yang lebih realistis karena mampu memodelkan kondisi fisik DAS secara spasial dan temporal. Dengan demikian, HEC-HMS lebih sesuai untuk perencanaan teknis yang memerlukan ketelitian tinggi, sedangkan Nakayasu cocok untuk estimasi awal pada daerah dengan data terbatas.

Fields of Study & Subjects

Flood Risk Assessment and Management Hydrology and Watershed Management Studies Urban Stormwater Management Solutions

Publication details

Journal / source
JTS Saburai Jurnal Teknik Sipil Saburai
Volume
3
Issue
02
Pages
60–68
Publication date
4 February 2026