Stabilitas Ukuran Nanoemulsi Parfum Campuran Minyak Atsiri Black Musk dan Lili yang Dienkapsulasi dengan Polimer Tween 80
Abstract
Pada penelitian ini, parfum campuran minyak atsiri black musk dan lili telah dinanoemulsi menggunakan enkapsulator polimer tween 80 dan didispersi di dalam air untuk menghasilkan parfum berbasis air. Air digunakan sebagai basis untuk menggantikan alkohol yang sering menimbulkan efek samping pada kulit. Stabilitas ukurannya telah diuji, baik sebagai akibat lama waktu penyimpanan dan sebagai akibat pemberian pemanasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan parfum berbasis air dari nanoemulsi campuran minyak atsiri black musk dan lili, dan menguji stabilitas ukurannya. Nanoemulsi dilakukan dengan teknik atomisasi. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa diameter rata-rata dan standar deviasi nanoemulsi berubah setelah disimpan selama 120 hari dan ketika dipanasi sampai temperatur 45oC. Perubahan ukuran selama masa penyimpanan, utamanya disebabkan oleh potensial zetanya yang sangat kecil, sehingga tidak menghasilkan gaya tolak elektrostatik yang memadai antar nanoemulsi untuk menghindari Ostwald ripening dan koalisi. Perubahan ukuran akibat pemanasan, selain oleh hal di atas, juga disebabkan oleh faktor meningkatnya energi kinetik molekul polimer tween 80 di permukaan nanoemulsi yang menyebabkan terjadinya reorganisasi (pemadatan) strukturnya. Dengan demikian stabilitas ukuran parfum nanoemulsi campuran minyak atsiri black musk dan lili yang dihasilkan pada penelitian ini sangat dipengaruhi oleh waktu penyimpanan dan temperatur pemanasan.
Fields of Study & Subjects
Surfactants and Colloidal Systems
Microencapsulation and Drying Processes
Proteins in Food Systems
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Fisika Unand
- Volume
- 15
- Issue
- 1
- Pages
- 24–33
- Publication date
- 12 January 2026