Analisis Regangan di Selat Sunda berdasarkan Data GNSS
Abstract
Selat Sunda merupakan zona transisi tektonik yang kompleks antara Pulau Sumatra dan Jawa yang dipengaruhi oleh interaksi antara lempeng Indo-Australia dan Sundaland. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola deformasi pergeseran interseismik dan akumulasi regangan menggunakan data pengamatan Global Navigation Satellite System (GNSS) kontinu yang tersebar di wilayah Sumatra bagian selatan, Selat Sunda, dan Jawa bagian barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa stasiun GNSS di sepanjang pesisir barat Sumatra mengalami pergeseran signifikan ke arah barat laut dengan kecepatan bervariasi, mencerminkan pengaruh langsung subduksi. Sementara itu, stasiun di wilayah Jawa Barat menunjukkan pola pergeseran yang lebih seragam ke arah tenggara. Di kawasan Selat Sunda, teridentifikasi pola pergeseran yang kompleks, dipengaruhi oleh kombinasi deformasi tektonik dan aktivitas vulkanik, khususnya di sekitar Gunung Anak Krakatau. Hasil akumulasi regangan sebesar ~50 nanostrain per tahun di wilayah aktif tektonik. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah Selat Sunda memiliki potensi tektonik aktif yang tinggi dan berperan penting dalam pelepasan energi seismik di masa depan. Oleh karena itu, pemantauan geodetik berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung pemahaman proses deformasi serta upaya mitigasi bencana di kawasan ini.
Fields of Study & Subjects
Geological and Geophysical Studies
earthquake and tectonic studies
Coastal Management and Development
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Fisika Unand
- Volume
- 15
- Issue
- 1
- Pages
- 9–15
- Publication date
- 9 January 2026