Adopsi Internet Of Things (IOT) Pada Rantai Pasok Pangan Guna Mengurangi Food Lost Waste (FLW) Rantai Pasok Pangan

Read full text
Authors: Mutia Perwita Sari, Shofwatunnida Septarini
Cited by: 0

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditi pangan terbesar di Indonesia, salah satu olahan kedelai yang menjadi menu harian masyarakat Indonesia adalah tempe. Tempe adalah salah satu makanan tradisional yang memiliki kandungan gizi yang baik dan hampir semua kalangan umur dapat mengkonsumsi tempe. Masalah yang sering muncul bahwa tempe tidak dapat bertahan lama setelah di beli di pasar. Kualitas tempe yang kurang baik sehingga mempengaruhi rasa tempe pada saat di konsumsi. Kualitas tempe yang kurang bagus biasanya disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu pada saat proses fermentasi dan masa penyimpanan yang pendek. Hal tersebut dapat meningkatkan terjadinya food lost and waste (FLW). FLW sendiri adalah terjadinya kehilangan dan pemborosan pangan, sehingga pentingnya pemantau terhadap FLW untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi perubahan iklim. Dengan mengukur dan memantau parameter suhu dan kelembapan secara real time. Dengan mengintegrasikan teknologi IOT seperti sensor DHT 11 untuk mengukur suhu dan kelembapan., sehingga fermentasi tempe itu berada pada suhu yang stabil dan fermentasi berjalan maksimal. Selain itu juga karena berbassi IOT maka monitoring untuk suhu pada alat ini bisa di monitoring via smartphone secara realtime dengan syarat terkoneksi internet. Pada aplikasi monitoring terdapat interface yang menampilkan suhu dan kelembapan pada saat itu juga dan terdapat bottom untuk menyalakan atau mematikan lampu dan kipas secara manual.

Fields of Study & Subjects

Food Supply Chain Traceability Smart Agriculture and AI Arduino and IoT Applications

Publication details

Journal / source
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi
Volume
11
Issue
3
Pages
319–328
Publication date
7 January 2026
Language
ID