Peningkatan Literasi Digital Orang Tua untuk Melindungi Anak dari Konten Negatif di Desa Mangunrekso Pati
Abstract
Perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa dampak positif sekaligus risiko bagi anak-anak, terutama paparan konten digital yang tidak sesuai usia. Minimnya literasi digital orang tua di Desa Mangunrekso, Kabupaten Pati, mendorong perlunya program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan pengasuhan anak di era digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mengusung tema “Peningkatan Literasi Digital untuk Orang Tua: Mengawal Anak dari Bahaya Konten Negatif di Era Digital” dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Program ini memanfaatkan aset lokal seperti kader PKK, guru PAUD, dan balai desa sebagai mitra pelaksana untuk menyelenggarakan penyuluhan, pelatihan digital parenting, pengaturan screen time, penggunaan parental control, dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada empat indikator utama: pemahaman literasi digital, kemampuan mengatur screen time, pemanfaatan parental control, dan komunikasi terbuka dengan anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode ABCD efektif memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan literasi digital orang tua. PKM ini berkontribusi dalam membangun lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak di Desa Mangunrekso sekaligus memperkuat jejaring belajar berbasis komunitas sebagai upaya keberlanjutan program.
Fields of Study & Subjects
Educational Methods and Impacts
Islamic Finance and Communication
Child Development and Digital Technology
Publication details
- Journal / source
- E-Dimas Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
- Publisher
- Universitas PGRI Semarang
- Volume
- 17
- Issue
- 1
- Pages
- 72–77
- Publication date
- 31 March 2026