Tradisi Teot Apam Di Kabupaten Pidie Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Batik Busana Pesta

Read full text
Authors: Nisa Magfirah, Niko Andeska, Rahmawati Rahmawati
Cited by: 0

Abstract

Tradisi Apam adalah salah satu kegiatan tahunan yang berkembang di masyarakat Aceh. Tradisi ini diadakan masyarakat Aceh di bulan rajab pada kalender hijriah atau orang Aceh biasa menyebutnya “Beleun Apam”. Apam adalah makanan khas Aceh yang dibuat dari tepung beras dan santan yang dibakar menggunakan cetakan (Beulangong tanoh). Metode penciptaaan yang digunakan dalam penggarapan karya yaitu teori Kartika, tahap pertama eksperimen yaitu tahap percobaan alat dan bahan untuk menciptakan suatu hal baru. Tahap kedua perenungan yaitu ungkapan ide seniman yang dituangkan pada media (bahan) yang digunakan untuk penggarapan karya. Tahap ketiga pembentukan yaitu proses pembentukan karya secara mendetail. Konsep yang digunakan adalah konsep ekspresi simbolik dengan memanfaatkan dari tradisi yang telah ada sebagai sumber ide/ gagasan pengkarya dalam menciptakan karya seni yang mengacu pada teknik seni modern. Karya yang pengkarya garap berupa busana pesta wanita dengan memindahkan motif Apam proses dari tradisi Teot Apam. Penggarapan karya menggunakan landasan dari Kartika yaitu teori bentuk dan teori fungsi. Dalam penggarapan karya ini pengkarya menggunakan teknik batik tulis, diterapkan pada motif yang terdapat di setiap busana.Karya yang dihasilkan berjumlah 7 karya yaitu: Meuikot, Meusapat, Ka Gabuek, Karap, Suum That, Bacut Teuk, Bahagia.

Fields of Study & Subjects

Cultural and Artistic Studies Cultural and Religious Practices in Indonesia Architectural and Urban Studies

Publication details

Journal / source
Educraf Journal Of Craft Education Craft Design And Creative Industries
Volume
5
Issue
1
Pages
1–1
Publication date
2 January 2026