Hubungan Kebisingan terhadap Gangguan Fungsi Pendengaran pada Karyawan Perusahaan X di Cikarang
Abstract
Paparan kebisingan yang berlebih dapat menyebabkan penurunan fungsi pendengaran yang permanen. Gangguan pendengaran akibat kebisingan, terutama di lingkungan kerja, merupakan masalah kesehatan yang umum. Terdapat banyak penelitian mengenai kebisingan di tempat kerja yang melampaui nilai ambang batas kebisingan, namun sedikit yang meneliti pengaruh durasi paparan tersebut terhadap fungsi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara durasi paparan kebisingan dengan gangguan fungsi pendengaran pada karyawan di Perusahaan X. Penelitian merupakan studi potong lintang dengan 61 karyawan Perusahaan X sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik paparan kebisingan, sound level meter untuk mengukur tingkat kebisingan, dan audiometri untuk mengukur fungsi pendengaran. Peneliti mengeksklusi subjek penelitian dengan riwayat penyakit pendengaran, hipertensi, obesitas, dan berusia di atas 65 tahun. Hasil audiometri diklasifikasikan, dengan kategori “normal” sebanyak 57 orang (93,44%), “ringan” sebanyak 3 orang (4,92%), dan “sedang” sebanyak 1 orang (1,64%). Analisis Chi-square dengan P-value = 0,495 (>0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik antara durasi paparan kebisingan dengan gangguan fungsi pendengaran. Kata kunci: durasi paparan kebisingan; gangguan pendengaran; kebisingan
Fields of Study & Subjects
Noise Effects and Management
Hearing
Cochlea
Tinnitus
Genetics
Hearing Loss and Rehabilitation
Publication details
- Journal / source
- Journal Of Medicine & Health
- Volume
- 8
- Issue
- 1
- Pages
- 17–26
- Publication date
- 27 February 2026
- Language
- ID