Hubungan Ibu Melahirkan Saat Usia Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24–59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buntut Bali Kabupaten Katingan

Read full text
Authors: Clarisa O Fortuna, Adelgrit Trisia, Tri Widodo, Ni NS Yuliani, Ravenalla AAHS Putra S
Cited by: 0

Abstract

Stunting berdasarkan World Health Organization (WHO) didefinisikan sebagai panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 Standar Deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO, yang diakibatkan kekurangan gizi kronik dan peningkatan kebutuhan. Berdasarkan SKI tahun 2023 mengenai prevalensi balita stunting Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Katingan menempati posisi ke-2 dengan prevalensi mencapai 34%. Tingginya tingkat fertilitas remaja dapat membawa dampak negatif, karena kondisi tubuh dan organ reproduksi yang belum sempurna menyebabkan kehamilan dan persalinan pada usia < 20 tahun berisiko tinggi terhadap ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ibu melahirkan saat usia dini dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Buntut Bali Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain case control. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah responden 92 orang (46 kasus dan 46 kontrol). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ibu melahirkan pada usia dini dengan kejadian stunting pada anak (p = 0,000; OR = 24). Disimpulkan bahwa ibu melahirkan saat usia dini (< 20 tahun) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting.

Fields of Study & Subjects

Public Health and Nutrition Child Nutrition and Water Access Global Maternal and Child Health

Publication details

Journal / source
Journal Of Medicine & Health
Volume
8
Issue
1
Pages
47–55
Publication date
27 February 2026
Language
ID