PENGARUH SALINITAS AIR TERHADAP VIRULENSI BAKTERI Edwardsiella tarda PADA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus)
Abstract
Ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, baik pada tahap pembenihan maupun pembesaran. Ikan patin juga dapat hidup di salinitas 0–6 ppt sehingga ikan patin dapat dipelihara di muara sungai. Dengan berkembangan zaman, kemajuan teknologi di bidang perikanan sudah semakin efisien, salah satunya adalah usaha budidaya intensif yang sangat berperan meningkatkan produksi sektor perikanan. Namun dalam usaha tersebut ada beberapa kendala, salah satunya adalah timbulnya penyakit pada ikan yang umumnya terjadi karena interaksi antara ikan, patogen dan lingkungan. Edwardsiella tarda merupakan bakteri yang sering menyerang budidaya catfish terutama pada ikan patin. Bakteri ini menyebabkan penyakit Edwardsiellosis dan dapat ditularkan secara horizontal antara ikan sakit dan ikan sehat. Maka dari itu perlu mengetahui virulensi dari bakteri Edwardsiella tarda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap virulensi bakteri Edwarsiella tarda pada ikan patin siam. Dari tujuan tersebut diharapkan menjadi informasi bagi beberapa pembudidaya ikan patin tentang pengaruh salinitas terhadap virulensi bakteri E. tarda dalam upaya mengetahui tingkat kerusakat yang diakibatkan penyakit Edwardsiellosis. Selama masa pengujian, perbeadan salinitas mempengaruhi seberapa kuatnya bakteri E. tarda dalam menyebabkan penyakit pada ikan. Gejala klinis yang muncul setelah ikan disuntik dengan bakteri ini meliputi pemedemaan tubuh, pemedemaan perut, nanah, dan kematian. Pada kondisi salinitas yang lebih tinggi, terdapat peningkatan potensi penyakit pada ikan. Gejala kematian yang tinggi terlihat pada salinitas 4 dan 6 ppt, dengan kasus nanah dan pemedemaan yang signifikan pada ikan. Hal ini menandakan bahwa salinitas 4 dan 6 ppt cenderung membuat ikan lebih rentan terhadap infeksi bakteri E. tarda. Meskipun demikian, pada salinitas 4 dan 6 ppt, terjadi proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan salinitas 0 dan 2 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar garam (salinitas) memengaruhi tingkat kekuatan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri E. tarda pada ikan patin. Semakin tinggi kadar garam dalam air tempat ikan hidup, semakin kuat pula potensi penyakit yang dapat disebabkan pada ikan, dan sebaliknya, semakin rendah kadar garam, semakin rendah juga kekuatan penyakit yang ditimbulkannya. Kata Kunci : Patin, Enwardsiella tarda, Salinitas, Perairan
Fields of Study & Subjects
Aquaculture disease management and microbiota
Vibrio bacteria research studies
Environmental Toxicology and Ecotoxicology
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Borneo Akuatika
- Volume
- 7
- Issue
- 2
- Publication date
- 29 January 2026