Analisis Dilatasi pada Bangunan Tak Beraturan Tipe L (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung Tower dan Multazam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong)

Read full text
Authors: Hanif Muhammad Ihsaan, Arif Kurniawan Suksmono, Mukti Agung Wibowo
Cited by: 0

Abstract

Gempa bumi merupakan peristiwa yang sering terjadi di Indonesia. Akibat dari gempa bumi tersebut adalah terjadinya getaran searah horizontal pada permukaan tanah. Maka itu perlu ditambahkannya beban gempa untuk memperkuat struktur tersebut. Selain itu, dilatasi juga menjadi salah satu cara untuk meminimalisir dampak dari gempa bumi tersebut. Namun bagaimana jika jarak dilatasi yang direncanakan berbeda dengan yang dilaksanakan di lapangan. Metode peneilitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode ini akan dibantu dengan softwere ETABS Versi 20 yang digunakan untuk melakukan pemodelan struktur dan menganalisis prilaku struktur dari pemodelan yang sudah dibuat terhadap secara akurat. Selain itu hasil dari analisis struktur tersebut menggunakan softwere ETABS bisa dugunakan untuk menganalisis dilatasi dalam studi kasus di proyek penelitian ini.Nilai simpangan antar lantai terbesar pada arah X dan arah Y di gedung Tower adalah 64,889mm dan 67,494mm, di gedung Multazam 1 adalah 48,889mm dan 47,407mm, dan di gedung Multazam 2 adalah 47,110mm dan 47,131mm. Hasil dari jarak dilatasi terhadap struktur yang ditinjau (Tower dan Multazam 1) adalah 60mm pada perencanaan dan 150mm pada pelaksanaan. Nilai simpangan terbesar pada struktur yang ditinjau (Tower dan Multazam 1) pada arah X dan arah Y adalah 64,889mm dan 67,494mm. Berdasarkan nilai simpangan terbesar tersebut didapatkan jarak dilatasi sebesar 132,383mm, dimana jarak dilatasi tersebut lebih besar dari jarak dilatasi rencana (tidak aman) dan lebih kecil dari jarak dilatasi pelaksanaan (aman)

Fields of Study & Subjects

Seismic and Structural Analysis of Tall Buildings Seismic Performance and Analysis Construction Engineering and Safety

Publication details

Journal / source
CIVeng Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan
Volume
7
Issue
1
Pages
39–46
Publication date
30 January 2026