Analisis Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan pada Karangan Teks Pidato Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa

Read full text
Authors: Pilih Eli Lase, Mastawati Ndruru, Noveri Amal Jaya Harefa, Noibe Halawa
Cited by: 0
References: 4

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dalam karya tulis siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada teks-teks formal seperti teks pidato. Fenomena tersebut menunjukkan masih lemahnya penguasaan aspek teknis kebahasaan siswa dalam kegiatan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan EYD dalam teks pidato siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Alasa. Penelitian difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pemakaian huruf, penulisan kata, dan tanda baca. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari 21 teks pidato siswa bertema “Masalah Sampah” melalui dokumentasi dan tes tertulis. Hasil analisis menunjukkan sebanyak 262 kesalahan ejaan, kesalahan terbanyak pada pemakaian huruf kapital, diikuti oleh penulisan kata, dan tanda baca. Hal tersebut menunjukkan lemahnya pemahaman siswa terhadap fungsi huruf kapital, penulisan kata yang sesuai kaidah serta pentingnya tanda baca. Peneliti merekomendasikan pembelajaran ejaan yang aplikatif dan terintegrasi dengan kegiatan menulis agar siswa mampu menulis secara sesuai kaidah bahasa Indonesia. ABSTRACT The use of Enhanced Spelling (EYD) in student writing remains a problem in Indonesian language learning, especially in formal texts such as speeches. This phenomenon indicates students' weak mastery of technical aspects of language in writing activities. This study aims to analyze the use of EYD in speech texts of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Alasa. The study focused on three main aspects, namely letter usage, word spelling, and punctuation. The method used was qualitative with a descriptive approach. Data were obtained from 21 student speech texts with the theme "Garbage Problem" through documentation and written tests. The analysis results showed 262 spelling errors, the most common errors were in the use of capital letters, followed by word spelling, and punctuation. This indicates students' weak understanding of the function of capital letters, writing words according to rules, and the importance of punctuation. The researcher recommends applicable spelling learning integrated with writing activities so that students are able to write according to Indonesian language rules.

Fields of Study & Subjects

Language Acquisition and Education Writing and Handwriting Education Linguistics and Education Research

Publication details

Journal / source
Stilistika Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Volume
19
Issue
1
Pages
175–182
Publication date
26 January 2026
Language
ID