GAMBARAN SINDROM PRAMENSTRUASI SISWI SMAI SINAR CENDEKIA TANGERANG SELATAN

Read full text
Authors: Nabilla Azzahra, Andriana Kumala Dewi
Cited by: 0

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosional yang dirasakan sebelum menstruasi dan mereda saat menstruasi dimulai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan PMS pada siswi SMAI Sinar Cendekia Tangerang Selatan tahun 2024 dengan menggunakan metode deskriptif dan desain potong lintang, serta teknik consecutive non random sampling kepada 115 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner sPAF (Shortened premenstrual assessment form) disebarkan melalui google form. Pada penelitian ini ditemukan 42 responden (36.5%) mengalami PMS derajat sedang, diikuti derajat berat (33.9%), dan ringan (29.6%). Gejala fisik paling umum adalah nyeri perut (37.4%), sedangkan gejala emosional tersering adalah mudah marah dan merasa tertekan (29.6%). Pada keluhan retensi cairan, peningkatan berat badan sering dialami (19.1%). Sementara itu, persentase tertinggi pada gejala berat dan ekstrem pada PMS adalah perasaan sedih (26.1%). Sebagian besar responden dengan PMS berusia 16 tahun, memiliki status gizi normal, usia menarche antara 11-15 tahun, lama menstruasi 3-8 hari, dan siklus menstruasi pada rentang 21-35 hari. Mayoritas memiliki riwayat keluarga PMS dan mengalami nyeri haid, tetapi hal ini tidak mempengaruhi kehadiran di sekolah. Temuan ini mengindikasikan remaja di usia sekolah banyak mengalami PMS. Diharapkan adanya peran aktif orang tua, guru, tenaga medis, dan masyarakat dalam edukasi serta penanganan PMS pada kalangan remaja.

Fields of Study & Subjects

Menstrual Health and Disorders Adolescent Health and Behaviors Methodologies in Health Research and Practice

Publication details

Journal / source
Ibnu Sina Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Volume
25
Issue
1
Pages
54–62
Publication date
1 January 2026