Internalisasi Budaya Sekolah Hijau melalui Manajemen Sampah Mandiri di Pondok Pesantren

Read full text
Authors: Hariestya Viareco, Winny Laura Christina Hutagalung, Zuli Rodhiyah, Rizki Andre Handika, Febri Juita Anggraini, Bambang Irawan, Freddy Ilfan, Tri Syukria Putra, Fernando Mersa Putra, Muhammad Guntur, Merisa Rahma Mawaddah
Cited by: 0
References: 10

Abstract

Pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Darussalam Al-Hafidz masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi lingkungan dan keterbatasan fasilitas pengolahan sampah organik, yang berdampak pada penumpukan limbah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menginternalisasi budaya sekolah hijau melalui penguatan manajemen sampah mandiri berbasis edukasi dan praktik langsung. Pendekatan Learning by Doing diterapkan melalui sosialisasi pemilahan sampah (organik, anorganik, dan B3), penyediaan tempat sampah terpilah, serta demonstrasi komposting menggunakan bioaktivator EM4. Evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 29 santriwati menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Pengetahuan tentang proses komposting meningkat dari 24% menjadi 100%, sementara kesadaran pemilahan sampah mencapai 100% setelah program berlangsung. Dukungan sosial dan ketersediaan fasilitas juga mengalami perbaikan yang memperkuat keberlanjutan program. Upaya internalisasi ini terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan membangun fondasi pengelolaan sampah mandiri di lingkungan pesantren. Namun, keberlanjutan budaya sekolah hijau memerlukan monitoring dan komitmen berkelanjutan dari pengurus yayasan.

Fields of Study & Subjects

Waste Management and Recycling Environmental Education in Latin America Pro-Environmental Behavior and Attitudes

Publication details

Journal / source
QARDHUL HASAN MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Volume
12
Issue
1
Pages
90–101
Publication date
2 March 2026
Language
ID