Penafsiran Ayat-Ayat Kekerasan Seksual dalam Konteks Maqashidi Menurut Jaseer Auda
Abstract
Artikel ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kekerasan seksual melalui pendekatan maqāṣidī dengan mengacu pada kerangka pemikiran Jasser Auda. Ayat-ayat seperti QS. An-Nisā’ 19, QS. Al-Isrā’ 32, QS. An-Nūr 33, dan QS. Al-Mu’minūn 5–7 dibaca tidak hanya secara tekstual, tetapi juga dilihat dari tujuan syariah dalam menjaga jiwa, kehormatan, kebebasan, dan ketertiban sosial. Pemikiran Jasser Auda yang menekankan enam fitur pendekatan sistem—tujuan, keterbukaan, multidimensi, relasional, kognitif, dan keberlanjutan—memberikan paradigma baru dalam memahami larangan kekerasan seksual sebagai bagian dari perlindungan maqāṣid al-syarī‘ah. Dengan pendekatan sistemik ini, ayat-ayat tersebut dipahami secara lebih kontekstual dan dapat menjawab tantangan kekerasan seksual modern seperti eksploitasi digital, pemaksaan dalam relasi kuasa, dan perdagangan manusia. Artikel ini menunjukkan bahwa tafsir maqāṣidī ala Auda mampu memberikan pijakan etis dan hukum yang komprehensif dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam masyarakat kontemporer.
Fields of Study & Subjects
Qur’anic Interpretation Studies
Gender and Women's Rights
Linguistic
Cultural
and Literary Studies
Publication details
- Journal / source
- Journal of Innovative and Creativity (Joecy)
- Volume
- 6
- Issue
- 1
- Pages
- 10–17
- Publication date
- 4 January 2026