Ruang Publik Digital Sebagai Panggung Performatif Studi Etnografi Digital Pada Food Content Nanakoot Di Instagram

Read full text
Authors: Yanah Agustin, Ahmad Muhaimin, Muslimin Ritonga
Cited by: 0

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah ruang publik menjadi arena digital yang bersifat terbuka, partisipatif, dan sarat dengan praktik performatif. Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media berbagi informasi, tetapi juga sebagai panggung tempat individu membangun citra diri dan menjalin keterikatan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun Instagram @nanakoot sebagai food content creator memanfaatkan ruang publik digital sebagai panggung performatif dalam membentuk citra diri dan membangun keterikatan dengan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digital (netnografi). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap unggahan konten, caption, serta interaksi di kolom komentar pada periode 28-31 oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik performativitas Nanakoot tampak melalui empat elemmen utama, yaitu visual, verbal, konsistensi, dan interaksi. Keempat elemen tersebut berperan dalam membangun persona yang autentik, mudah dikenali, serta menciptakan hubungan emosional dengan audiens. Temuan ini mengaskan bahwa instagram berfungsi sebagai ruang publik digital yang tidak hanya memfasilitasi komunikasi, tetapi juga menjadi arena pertunjukan simbolik yang membentuk identitas dan keterikatan sosial antara kreator dan pengikutnya.

Fields of Study & Subjects

Media and Digital Communication Digital Marketing and Social Media Gender Feminism and Media

Publication details

Journal / source
Journal of Innovative and Creativity (Joecy)
Volume
6
Issue
1
Pages
2311–2316
Publication date
13 January 2026
Language
EN