Pengaruh Level Inoculum Larutan Feses Sapi Segar terhadap Kandungan serta Kecernaan in vitro Bahan Kering dan Bahan Organik Kulit Kopi Fermentasi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak variasi jumlah inokulum larutan feses sapi segar (LFSS) terhadap komposisi dan daya cerna in vitro bahan kering dan bahan organik pada ampas kopi yang difermentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut: LFSS-0 = tanpa inokulum, LFSS-10 = inokulum LFSS 10 ml, LFSS-20 = inokulum LFSS 20 ml, LFSS-30 = inokulum LFSS 30 ml, dan LFSS-40 = inokulum LFSS 40 ml. Variabel yang diukur adalah kandungan bahan kering, kandungan bahan organik, dan daya cerna in vitro bahan kering maupun bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis varians dan uji rentang ganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa level inokulum LFSS berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap kandungan bahan organik (58,59-87,36%). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat optimal inokulum larutan feses sapi segar (LFSS) adalah 10 mL untuk kandungan bahan kering (DM), sedangkan 10-40 mL menghasilkan hasil yang setara untuk bahan organik (OM). Selanjutnya, tingkat yang paling menguntungkan untuk kecernaan bahan kering (DMD) dan kecernaan bahan organik (OMD) terjadi pada perlakuan LFSS 0 (tanpa inokulum).
Fields of Study & Subjects
Ruminant Nutrition and Digestive Physiology
Food and Agricultural Sciences
Agriculture
Plant Science
Crop Management
Publication details
- Journal / source
- Journal of Innovative and Creativity (Joecy)
- Volume
- 6
- Issue
- 1
- Pages
- 5511–5521
- Publication date
- 21 January 2026
- Language
- EN