Reinterpretasi Hadis "Satu Usus dan Tujuh Usus": Pendekatan Musykil Al-Hadits dan Hermeneutik

Read full text
Authors: Muhamad Maimun, HELMI HELMI, Ahmad Fawaid
Cited by: 0

Abstract

Dalam literatur hadis, ada sekian hadis yang sepintas problematik secara makna (musykil), di antaranya hadis tentang “Muslim makan dengan satu usus dan non-muslim makan dengan tujuh usus”. Hadis ini seringkali dipahami secara tesktual sehingga secara teologis, antropologis, dan etis akan menjadi problematis. Pemahaman tekstual terhadap hadis ini berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif serta bertentangan dengan realitas empiris dan prinsip Islam yang rahmat li al-‘alamin. Artikel ini bertujuan untuk melakukan reinterpretasi hadis tersebut melalui pendekatan Musykil al-Hadits dan hermeneutika. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif kepustakaan dengan melakukan analisis terhadap kitab hadis primer, syarah klasik, serta literatur kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis tersebut bersifat simbolik dan etis, bukan biologis. Hadis ini menegaskan perbedaan orientasi hidup dan etika konsumsi antara muslim dan non-muslim, bukan perbedaan hakikat kemanusiaan. Dengan demikian, reinterpretasi ini meneguhkan relevansi hadis dalam konteks modern sebagai kritik terhadap gaya hidup konsumtif dan hedonistik

Fields of Study & Subjects

Islamic Thought and Society Studies Qur’anic Interpretation Studies Medical Research and Islamic Perspectives

Publication details

Journal / source
Journal of Innovative and Creativity (Joecy)
Volume
6
Issue
1
Pages
5543–5550
Publication date
26 January 2026
Language
EN