Sinergi PBNU dan MUI dalam Fatwa Keagamaan (Studi Kasus Isu Vaksin dan Halal)

Read full text
Authors: Arief Surya Zulkifli, Ahmad Sukandar
Cited by: 0

Abstract

Isu vaksin dan kehalalan produk medis menjadi persoalan keagamaan kontemporer yang memunculkan polemik di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Polemik tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh dimensi hukum Islam dan otoritas keagamaan. Dalam konteks ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampil sebagai dua institusi strategis yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap keagamaan umat. Artikel ini bertujuan menganalisis peran PBNU dan MUI penetapan fatwa keagamaan isu vaksin dan halal, sinergi PBNU dan MUI dalam isu vaksin dan halal, dn implikasi sinergi PBNU dan MUI terhadap masyarakat dan kebijakan kesehatan publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka terhadap fatwa, dokumen resmi, dan literatur ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan metodologis antara PBNU dan MUI, keduanya memiliki orientasi yang sama pada kemaslahatan umat, khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs). Keduanya berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik terhadap fatwa keagamaan serta mendukung kebijakan kesehatan nasional.

Fields of Study & Subjects

Medical Research and Islamic Perspectives Islamic Studies and Radicalism Education and Islamic Studies

Publication details

Journal / source
Jurnal Pendidikan Tambusai
Volume
10
Issue
1
Pages
3539–3544
Publication date
2 February 2026