Implementasi Edukasi Inklusif dan Kebijakan Sekolah yang Tegas dalam Memutus Rantai Circle Bullying Demi Kesejahteraan Mental dan Prestasi Akademik serta Wujudkan Lingkungan Belajar yang Aman
Abstract
Bullying di lingkungan sekolah dikenal sebagai perundungan yang memiliki dampak merugikan pada kesehatan mental, pencapaian akademis, serta hubungan sosial para siswa. Istilah circle bullying mengacu pada situasi di mana sekelompok pelajar secara bersama-sama menargetkan seorang korban, yang mengakibatkan tekanan sosial yang sangat besar, rasa ketidakamanan, dan perasaan terasing. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi langkah-langkah pencegahan dan intervensi melalui penerapan pendidikan inklusif serta kebijakan sekolah yang tegas. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program sosialisasi anti-bullying, pendidikan inklusif yang menghargai perbedaan, serta kebijakan sekolah yang tegas efektif dalam memutus siklus circle bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua berperan penting dalam membangun suasana sekolah yang mendukung dan inklusif. Penerapan strategi yang komprehensif ini memungkinkan siswa untuk tumbuh dalam aspek akademik, sosial, dan emosional tanpa adanya ancaman perundungan, serta memfasilitasi kesejahteraan mental dan peningkatan prestasi melalui pembentukan karakter, empati, dan keterampilan sosial yang sangat esensial.
Fields of Study & Subjects
Bullying
Victimization
and Aggression
Workplace Violence and Bullying
Inclusive Education and Diversity
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Pendidikan Tambusai
- Volume
- 10
- Issue
- 1
- Pages
- 3858–3864
- Publication date
- 4 February 2026