Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan

Read full text
Authors: Fauzan Ramadani, Tutuk Ningsih, Mahsor Yahya
Cited by: 0
References: 25

Abstract

Bullying masih menjadi persoalan serius dalam pendidikan Indonesia dan kerap dipahami sebagai perilaku menyimpang individu. Artikel ini bertujuan menganalisis bullying sebagai praktik kekuasaan dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault, Max Weber, dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi relevan terkait perundungan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi ketidaksetaraan kekuasaan yang dilegitimasi oleh struktur hierarkis sekolah, budaya senioritas, ketimpangan status ekonomi, norma gender, serta dominasi simbolik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bullying sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dinormalisasi dalam budaya sekolah, bukan sekadar perilaku individual. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pencegahan bullying yang bersifat struktural dan berbasis pendidikan karakter, dengan menekankan penguatan relasi pedagogis yang adil, reformasi budaya sekolah, serta kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap konteks sosial Indonesia.

Fields of Study & Subjects

Bullying Victimization and Aggression Social and Cultural Dynamics Workplace Violence and Bullying

Publication details

Journal / source
Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Volume
10
Issue
1
Pages
48–57
Publication date
3 January 2026