Hubungan Dukungan Keluarga dengan Harga Diri pada Siswa SMA 1 Barunawati Jakarta Barat
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase perkembangan kritis dan rentan terhadap berbagai perubahan psikososial, sehingga memerlukan dukungan yang memadai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga, untuk menjaga kesejahteraan mentalnya. Salah satu aspek penting dari kesejahteraan mental remaja adalah harga diri, yaitu evaluasi individu terhadap nilai, keberhargaan, dan penerimaan terhadap dirinya sendiri. Dukungan keluarga yang meliputi dukungan emosional, informatif, instrumental, dan penghargaan berperan penting dalam membentuk persepsi diri yang positif pada remaja. Kurangnya dukungan keluarga dapat memicu munculnya penilaian diri negatif, kecemasan, stres, serta kesulitan dalam penyesuaian diri sosial dan akademik. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga yang dikembangkan oleh Fatmawati (2016) dan Aida (2021), serta Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur harga diri. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan keluarga tinggi (58,8%) dan harga diri tinggi (86,3%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan harga diri (r = 0,456; p = 0,001). Terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara dukungan keluarga dan harga diri. Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula harga diri siswa.
Fields of Study & Subjects
Psychosocial Factors Impacting Youth
Child and Adolescent Psychosocial and Emotional Development
Student Stress and Coping
Publication details
- Journal / source
- RIGGS Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
- Volume
- 4
- Issue
- 4
- Pages
- 14796–14805
- Publication date
- 29 January 2026