ANALISIS KELAYAKAN REVITALISASI PUMP-AS-TURBINE (PAT) BRIBIN II DALAM MENINGKATKAN DISTRIBUSI AIR DI KECAMATAN SEMANU, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Abstract
Proyek kerja sama Indonesia–Jerman pada tahun 2009 memperkenalkan teknologi pump-as-turbine (PAT). Proyek ini berada di sungai bawah tanah Bribin atau dikenal sebagai PAT Bribin II. PAT menggunakan teknologi mikrohidro untuk mengangkat air dari bawah tanah menuju resevoir. PAT saat ini tidak beroperasi akibat kerusakan yang disebabkan oleh Badai Cempaka-Dahlia 2017. Penelitian ini menilai kelayakan teknis dan ekonomi revitalisasi kembali pada PAT Bribin II dengan pendekatan pembiayaan minimal, bertujuan memulihkan fungsi distribusi air secara efisien tanpa menambah beban finansial bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Analisis teknis mengevaluasi model PAT yang digunakan, beban listrik Bribin I, dan potensi operasional, sedangkan analisis ekonomi mencakup proyeksi manfaat air, NPV, IRR, PBP, dan BCR. Dengan analisis tekno-ekonomi 25 tahun (2025–2050) menggunakan diskonto 1–30%, diperoleh NPV positif dan IRR 46,98%, menunjukkan kelayakan investasi tinggi. BCR > 1 pada DF 20–30% menegaskan efisiensi proyek. Estimasi investasi sebesar Rp4.504.117.780 dan biaya pemeliharaan tahunan Rp36.632.000 menjadikan proyek layak secara finansial, teknis, dan strategis untuk dilakukan reaktivasi PAT Bribin II, guna mendukung penyediaan air berkelanjutan dan penghematan energi di wilayah karst Gunungkidul.
Fields of Study & Subjects
Water resources management and optimization
Cavitation Phenomena in Pumps
Water Systems and Optimization
Publication details
- Journal / source
- Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)
- Volume
- 8
- Issue
- 1
- Pages
- 657–667
- Publication date
- 15 January 2026