PENGUATAN MANAJEMEN PRODUKSI DAN PEMASARAN BATIK WANGSA SINGHASARI BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENDUKUNG SDGS
Abstract
Batik Wangsa Singhasari (BWS) merupakan komunitas batik lokal para lansia di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. BWS memiliki keunikan motif yang terinspirasi dari busana Ken Dedes, tokoh sejarah Kerajaan Singhasari, yang tidak dimiliki Batik lain di Malang Raya. Meskipun memiliki kekhasan, namun komunitas ini dihadapkan pada sejumlah permasalahan, diantaranya keterbatasan sumber daya manusia, produksi yang tidak stabil, dan strategi pemasaran yang belum terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan pembatik BWS melalui penguatan manajemen produksi dan pemasaran dalam rangka mendukung Ustainable Development Goals (SDGs) tujuan 1, tujuan 3 dan tujuan 8. Pengabdian ini dilaksanakan selama tiga bulan (Oktober– Desember 2025). Kegiatan ini dilakukan di komunitas BWS yang para anggotanya adalah para lansia. Pada Program ini dilakukan melalui pendampingan manajemen produksi dengan pemberian bantuan modal sebesar Rp2.000.000, serta pendapingan manajemen produksi dan fasilitasi pemasaran. Hasilnya kegiatan menunjukkan adanya peningkatan produksi hingga 25 potong kain batik, yang sebelumnya produksi sebanyak tersebut belum pernah dicapai karena kegiatan Batik belum ditekuni sebagai kegiatan yang utama, lebih sebagai kegiatan sambilan. Demikian pula omzet meningkat, dengan harga Batik Rp. 200.000 maka total omzet mencapai Rp. 5.000.000. Dengan demikian, kegiatan ini mendorong keberlanjutan usaha batik, meningkatkan motivasi wirausaha, dan memperkuat posisi BWS sebagai industri kreatif lokal berbasis kearifan budaya.
Fields of Study & Subjects
SMEs Development and Digital Marketing
Community and Sustainable Development
Crafts
Textile
and Design
Publication details
- Journal / source
- Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)
- Volume
- 8
- Issue
- 1
- Pages
- 758–763
- Publication date
- 15 January 2026