Pemanfaatan Kitosan Dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) Sebagai Biokoagulan Untuk Penjernihan Limbah Cair Industri Tahu

Read full text
Authors: Windi Rizkila, Hilwatullisan, Agusdin Agusdin
Cited by: 0

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer alami hasil deasetilasi dari kitin yang memiliki potensi sebagai biokoagulan dalam pengolahan air limbah, khususnya limbah cair tahu. Kitosan mengandung gugus amina bermuatan positif yang dapat mengikat partikel tersuspensi dan koloid bermuatan negatif, sehingga efektif dalam proses koagulasi-flokulasi. Penelitian ini menggunakan kitosan yang diperoleh dari cangkang keong sawah (Pila ampullacea) untuk mengolah limbah cair tahu. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan nilai derajat deasetilasi kitosan serta mengkaji efektivitasnya dalam menurunkan parameter pencemar akibat limbah tahu. Dari hasil uji karakterisasi kitosan menunjukkan derajat deasetilasi adalah sebesar 65,69%, tergolong rendah sehingga memerlukan dosis yang lebih besar agar hasil pengolahan optimal. Variasi dosis kitosan yang digunakan adalah 1; 1,5; 2; 2,5; dan 3 gram, dengan dua variasi kecepatan pengadukan yaitu 100 rpm dan 200 rpm. Parameter yang diamati meliputi pH, TDS, TSS, COD, DO, dan kekeruhan. Hasil terbaik diperoleh pada dosis 3 gram dan kecepatan pengadukan 200 rpm, dengan penurunan TSS sebesar 54,10%, TDS 11,39%, COD 58,34%, dan kekeruhan 48,48%, meskipun nilai tersebut belum bisa memenuhi standar baku mutu yang diizinkan. Sedangkan nilai pH dan DO telah sesuai dengan standar baku mutu limbah cair industri berdasarkan Permen LH No. 5 Tahun 2014, terjadi peningkatan pH sebesar 39,41% yakni pH 6,7 dan DO sebesar 15,23%, yakni dari 6,65 mg/L menjadi 7,75 mg/L, yang memenuhi standar baku mutu, dari penelitian, kitosan dari cangkang keong sawah dapat digunakan sebagai biokoagulan, meskipun masih diperlukan peningkatan derajat deasetilasi untuk hasil yang lebih optimal dan ramah lingkungan.

Fields of Study & Subjects

Coagulation and Flocculation Studies Water and Wastewater Treatment Wastewater Treatment and Reuse

Publication details

Journal / source
Jurnal Redoks
Volume
11
Issue
1
Pages
50–57
Publication date
30 January 2026