KOLABORASI INTERPROFESIONAL APOTEKER DAN DOKTER PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSPEKTIF APOTEKER

Read full text
Authors: Fransisca Gloria, Revly Ana Auleina, Gilang Rizki Al Farizi
Cited by: 0
References: 1

Abstract

Latar bekalang : Kolaborasi interprofesional merupakan suatu proses komunikasi dan pengambilan keputusan bersama dengan tujuan untuk mencapai keberhasilan terapi pasien dengan menghargai mutu dan kemampuan masing-masing tenaga kesehatan. Setiap profesi kesehatan harus saling terhubung dalam satu arah untuk mencapai visi yang sama serta harus saling memahami peran dan tugas kerja masing-masing sehingga dapat mengoptimalkan luaran klinis dalam menangani penyakit kronis. Salah satu penyakit yang memerlukan kolaborasi antara apoteker dan dokter yang efektif dan optimal adalah hipertensi. Hal ini dikarenakan hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi di dunia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kolaborasi interprofesional antara apoteker dan dokter dalam penanganan pasien hipertensi di Puskesmas Kota Semarang. Metode : Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan observasional dengan rancangan cross sectional pada periode Juni – Juli 2022 dengan menggunakan model Collaborative Working Relationship (CWR). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh apoteker dan dokter yang masing-masing berjumlah 33 orang yang bekerja di Puskesmas Kota Semarang dengan jumlah Puskesmas sebanyak 33 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif univariat. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, jenis kelamin dari 33 responden Apoteker semua berjenis kelamin perempuan (100%), sebagian besar responden (51,5%) berusia 25-30 tahun, dan responden berusia 41-55 tahun (30,3%), rata-rata tingkat pendidikan responden adalah S1+Profesi (100%) dan lama kerja sebagian adalah 1-5 tahun (60,6%). Pada domain kepercayaan didapatkan hasil sedang, domain peran spesifikasi didapatkan hasil cukup, domain hubungan inisiasi didapatkan hasil sedang dan pada kolaborasi didapatkan hasil cukup efektif. Kesimpulan : Berdasarkan domain kepercayaan, apoteker memiliki rasa percaya yang sedang terhadap dokter, apoteker memiliki spesifikasi peran yang cukup terhadap dokter, apoteker memiliki hubungan inisiasi yang sedang, dan praktik kolaboratif apoteker yang cukup efektif kepada dokter

Fields of Study & Subjects

Interprofessional Education and Collaboration Pharmacy and Medical Practices Pharmaceutical Practices and Patient Outcomes

Publication details

Journal / source
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal
Volume
4
Issue
02
Pages
54–72
Publication date
21 February 2026
Language
ID