PENERAPAN METODE UX HONEYCOMB DAN GAME DEVELOPMENT LIFE CYCLE PADA GAME FUTURE WARFARE

Read full text
Authors: Dadan Zaliluddin, Ade Bastian, Rivki Anja Afrenda
Cited by: 0

Abstract

Pengembangan game modern menuntut penerapan metodologi terstruktur yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada kualitas pengalaman pengguna. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode UX Honeycomb dan Game Development Life Cycle (GDLC) pada pengembangan game Future Warfare, yaitu game aksi bertema futuristik-lokal yang dikembangkan menggunakan Unity Engine. Metode UX Honeycomb digunakan untuk mengevaluasi tujuh dimensi pengalaman pengguna, yaitu useful, usable, findable, desirable, accessible, credible, dan valuable, sedangkan GDLC digunakan sebagai kerangka pengembangan mulai dari tahap konseptualisasi, perancangan aset, implementasi mekanika permainan, hingga pengujian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan uji playtesting terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game Future Warfare memperoleh skor UX yang tinggi pada aspek usability dan desirability, namun masih ditemukan kelemahan pada aspek accessibility dan findability, terutama terkait ukuran teks dan navigasi antarmuka. Secara keseluruhan, penerapan kedua metode ini terbukti mampu menghasilkan proses pengembangan game yang lebih terstruktur serta memberikan gambaran menyeluruh terkait kualitas pengalaman pengguna. Temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan game lokal dengan pendekatan UX yang komprehensif dan metodologi pengembangan profesional.

Fields of Study & Subjects

Usability and User Interface Design Digital Games and Media Educational Games and Gamification

Publication details

Journal / source
INFOTECH journal
Volume
12
Issue
1
Pages
59–66
Publication date
1 March 2026
Language
ID