PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE PADA LAYANAN PAY LATER TERHADAP PERSONAL FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR DENGAN CONSUMPTIVE BEHAVIOR SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DITINJAU DARI PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM
Abstract
Perkembangan layanan pay later dalam sistem keuangan digital memberikan kemudahan dengan memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa pembayaran langsung. Namun, kemudahan ini dapat mendorong perilaku konsumtif yang berpotensi melemahkan kemampuan individu dalam mengelola keuangan pribadi secara efektif. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan pada pekerja wanita di Bandar Lampung yang menggunakan layanan pay later untuk melihat bagaimana penggunaan layanan yang mudah diakses ini berhubungan dengan pengelolaan finansial mereka. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh perceived ease of use terhadap personal financial management behavior, serta menguji consumptive behavior sebagai variabel mediasi dalam perspektif etika bisnis Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden, kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS 4 dengan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa perceived ease of use berpengaruh positif signifikan terhadap personal financial management behavior dan consumptive behavior, sedangkan consumptive behavior berpengaruh negatif signifikan terhadap personal financial management behavior, serta memediasi hubungan keduanya. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kemudahan pay later dapat membantu pengaturan keuangan, namun penggunaan tanpa kontrol dapat meningkatkan konsumsi berlebih sehingga diperlukan sikap bijak sesuai prinsip Islam.
Fields of Study & Subjects
Financial Literacy and Behavior
Technology Adoption and User Behaviour
Islamic Finance and Banking Studies
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi & Akuntansi (MEA)
- Volume
- 10
- Issue
- 1
- Pages
- 979–1000
- Publication date
- 24 February 2026
- Language
- ID