Kontestasi antara Pesantren Salaf-Tradisional dan Salafi-Wahabi dalam Platform YouTube
Abstract
Perseteruan antara kelompok salaf-tradisional dan salafi-wahabi yang selama ini dipahami cenderung berkutat pada isu purifikatif ternyata telah merambah ke persoalan perebutan eksistensi lembaga pendidikan Islam (pesantren) dalam platform YouTube. Kedua kubu ini satu sama lain tampak saling adu wacana untuk menunjukkan eksistensi lembaga masing-masing. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam beberapa akun YouTube yang diasumsikan memiliki afiliasi ke pesantren salaf-tradisional dan pesantren salafi-wahabi yang secara aktif berkontestasi. Terdapat tiga isu utama yang dijawab dalam studi ini yakni menyangkut bentuk-bentuk kontestasi, faktor yang melatarbelakangi dan dampaknya. Dalam membedah hal tersebut, studi ini menggunakan analisis konten dan teori kontestasi Antje Wiener sebagai pisau analisis. Studi ini menyimpulkan bahwa, kontestasi oleh mereka dilakukan dengan saling melayangkan ragam narasi konfrontatif yang berorientasi pada tiga bentuk yakni konten ajaran, tokoh agama dan kasus-kasus asusila. Terjadinya kontestasi ini tidak terlepas dari polemik fase sebelumnya yang pada gilirannya diperuncing untuk memperebutkan otoritas lembaga pendidikan (pesantren) sebagai medium sentral mempertahankan ajaran masing-masing. Dengan sifat terbuka media sosial, fenomena ini berdampak secara signifikan terhadap konstruksi citra (positif-negatif) pondok pesantren dalam platform YouTube.
Fields of Study & Subjects
Islamic Studies and Radicalism
Media
Religion
Digital Communication
Islamic Finance and Communication
Publication details
- Journal / source
- PUSAKA
- Volume
- 13
- Issue
- 2
- Pages
- 271–288
- Publication date
- 29 January 2026
- Language
- ID