Variasi Temperatur Termophilic Pada Digester Biogas Berbahan Baku Limbah Kulit Durian
Abstract
Krisis energi global dan ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil (BBF) mendorong perlunya eksplorasi sumber energi terbarukan. Biogas, sebagai solusi berkelanjutan, diproduksi melalui degradasi anaerobik material organik dengan komposisi dominan metana (CH₄: 50-75%) dan karbon dioksida (CO₂: 30-45%). Limbah agroindustri seperti kulit durian dengan produksi buah durian secara nasional melebihi 19 ribu ton per tahun berdasarkan data Badan Pusat Statisktik tahun 2024, Potensi menggunakan limbah kulit durian ini menjadi ideal karena komposisi kulit (65-80%) jauh lebih tinggi dibandingkan daging (20–35%) dan biji (5–15%). Penelitian ini menggunakan rasio substrat 5 gram padatan total (Total Solid) + 100 mL inokulum + 200 mL akuades, dengan pengadukan intermiten (3x/hari, durasi 1 menit/sesi). Variasi suhu yang diuji pada keadaan termofilik (40°C, 45°C, 50°C) dan kontrol tanpa pemanasan, dengan fokus analisis pada akumulasi tekanan harian dan Profil gas (CH₄ dan CO₂). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 40°C (kondisi termofilik) menunjukkan efisiensi maksimal dari aktivitas optimal mikroba metanogenik, dengan produksi gas metana (CH₄) lebih tinggi dibandingkan suhu lainnya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi terbarukan berbasis limbah pertanian di daerah tropis serta mendukung program transisi energi nasional.
Fields of Study & Subjects
Anaerobic Digestion and Biogas Production
Natural Products and Applications
Water and Land Management
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Mekanik Terapan
- Volume
- 6
- Issue
- 3
- Pages
- 198–203
- Publication date
- 4 January 2026
- Language
- ID