Pengaruh Inflasi, Suku Bunga BI, dan Jumlah Uang Beredar terhadap Harga Saham pada IHSG Periode 2018-2024

Read full text
Authors: Nandira Vinzka Arzana, Azizatul Munawaroh
Cited by: 0

Abstract

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan ukuran penilaian utama yang mengindikasikan kinerja pasar modal dan kondisi perekonomian Indonesia secara agregat. Pergerakan IHSG tidak terlepas dari pengaruh variabel makroekonomi, khususnya inflasi, suku bunga Bank Indonesia, dan jumlah uang beredar. Kajian ini bermaksud guna menelaah efek inflasi, suku bunga Bank Indonesia, dan jumlah uang beredar atas IHSG selama periode 2018-2024. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dalam bentuk hasil observasi runtut waktu (time series) bulanan dari Januari 2018 hingga Desember 2024 bersumber dari Bursa Efek Indonesia, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik. Metode analisis melalui regresi linier berganda diawali dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik guna menjamin kelayakan model. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial inflasi dan jumlah uang beredar berefek positif dan signifikan terhadap IHSG, sedangkan suku bunga Bank Indonesia berefek negatif dan signifikan terhadap IHSG. Secara simultan, ketiga variabel makroekonomi tersebut berefek signifikan terhadap pergerakan IHSG. Temuan ilmiah ini mengindikasikan stabilitas kebijakan moneter dan pengelolaan variabel makroekonomi yang efektif memiliki peranan penting guna menjaga kinerja pasar modal Indonesia.

Fields of Study & Subjects

Monetary Policy and Economic Impact Market Dynamics and Volatility Financial Markets and Investment Strategies

Publication details

Journal / source
eCo-Fin
Volume
8
Issue
1
Pages
276–286
Publication date
10 February 2026
Language
ID