BEYOND COMPLIANCE: MENGEMBANGKAN "DIGITAL ETHICS FRAMEWORK" UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF YANG BERKELANJUTAN
Abstract
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah menghadirkan tantangan etis yang kompleks bagi organisasi, terutama terkait transparansi, privasi, dan tanggung jawab sosial dalam pengelolaan data serta penerapan kecerdasan buatan. Permasalahan utama yang muncul adalah kecenderungan organisasi memandang etika digital sebatas kepatuhan terhadap regulasi tanpa mengintegrasikannya ke dalam strategi bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja etika digital yang dapat menjadi dasar bagi strategi organisasi dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah terkini untuk mengidentifikasi dimensi, prinsip, serta model penerapan etika digital dalam konteks manajerial dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip transparansi, inklusi digital, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam empat dimensi utama—fisik, kognitif, informasi, dan tata kelola—dapat memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan reputasi organisasi, serta mendorong inovasi yang bertanggung jawab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Digital Ethics Framework yang terintegrasi secara strategis mampu mentransformasikan etika digital dari sekadar kepatuhan normatif menjadi sumber daya kompetitif yang berkelanjutan, sehingga organisasi dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial dalam era transformasi digital.
Fields of Study & Subjects
Ethics and Social Impacts of AI
Ethics in Business and Education
Information Technology Governance and Strategy
Publication details
- Journal / source
- Prosiding Seminar Sosial Politik Bisnis Akuntansi dan Teknik
- Volume
- 7
- Pages
- 437–447
- Publication date
- 11 February 2026
- Language
- ID