Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum

Read full text
Authors: Rahmatya Putri Ayu Badjuka, Ani Retni, Fahmi A. Lihu
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.

Fields of Study & Subjects

Maternal Mental Health During Pregnancy and Postpartum Maternal and Perinatal Health Interventions Maternal and Neonatal Healthcare

Publication details

Journal / source
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing)
Volume
12
Issue
1
Pages
24–30
Publication date
12 February 2026
Language
ID