Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus

Read full text
Authors: Syazili Mustofa, Meidiana Kartika Dewi, Giska Tri Putri, Evi Kurniawaty, Felicya Rosari Hasianna Sirait, Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Cited by: 0

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.

Fields of Study & Subjects

Asthma and respiratory diseases Pneumonia and Respiratory Infections Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Research

Publication details

Journal / source
JURNAL ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Volume
13
Issue
1
Pages
89–97
Publication date
31 January 2026
Language
ID