Hubungan Tingkat Stres Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Posyandu Lansia Puskesmas Selayang
Abstract
Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Selayang. Metode : penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional, sampel pada penelitian ini berjumlah 43 responden dan diperoleh 20 responden yang memiliki kriteria inklusi. Hasil : Responden berdasarkan tingkat stres menunjukan bahwa terdapat 6 orang (30,0%) responden dengan tingkat stes normal, 6 orang (30,0%) dengan tingkat stres ringan, 8 orang (40,0%) dengan tingkat stres berat. Presentase tertinggi yaitu stres tingkat berat dengan preentase 40,0%. Responden berdasarkan Tekanan darah menunjuka bahwa dari 50 responden yang menjadi subjek pada penelitian ini diketahui rata-rata presistole 138 dan prediastole 83. Kesimpulan Stres merupakan masalah yang memicu terjadinya hipertensi di mana hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalui aktivitas saraf simpatis peningkatan saraf dapat menaikkan tekanan darah secara intermiten. Saran : Penanganan hipertensi tidak hanya sebatas pengobatan farmakologis, tetapi juga mencakup manajemen stres melalui pendekatan psikososial, olahraga ringan, relaksasi otot progresif, dan dukungan sosial
Fields of Study & Subjects
Blood Pressure and Hypertension Studies
Health and Well-being Studies
Cardiac Health and Mental Health
Publication details
- Journal / source
- Journal of Nursing Update
- Volume
- 7
- Issue
- 2
- Pages
- 84–91
- Publication date
- 7 February 2026