Makna Simbolik Penoi dalam Tari Kejai Suku Rejang di Kabupaten Lebong

Read full text
Authors: Muhammad Adnan Akram, Chanafiah Yayah, Sarwono Sarwit
Cited by: 0

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan antara tari kejai dengan Penoi dan mengetahui makna simbolik yang terdapat pada Penoi dalam tari kejai Suku Rejang di Kabupaten Lebong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Hasil penelitian ada 4 yaitu gambaran umum masyarakat rejang di Kabupaten Lebong, sejarah Penoi, Penoi di dalam tari kejai, dan makna simbolik yang terdapat di dalam Penoi. Hasil penelitian menyatakan bahwa Penoi yang ada pada zaman dahulu berbeda dengan Penoi yang ada pada zaman sekarang. Penoi yang dulu bentuknya ruangan atau gudang sebagai tempat sumbangan sekarang berubah menjadi sebuah kotak atau perangkat sebagai syarat dalam pelaksanaan tari kejai. Penoi dengan tari kejai merupakan satu- kesatuan dan saling berhubungan. Penoi dalam tari kejai berfungsi sebagai pemisah atau pembatas antara penari laki-laki dengan penari perempuan sebelum dimulainya tarian. Unsur-unsur yang terdapat di dalam Penoi semuanya memiliki makna tersendiri, misalnya saja seperti pisang emas dipililh karena dianggap masyarakat memiliki nilai yang tinggi sesuai dengan warnanya yaitu emas. Begitu juga dengan unsur lainnya yang semuanya itu memiliki makna. Seluruh unsur dalam Penoi ini dijadikan sebagai lambang kemakmuran Suku Rejang.

Fields of Study & Subjects

Cultural and Artistic Studies Arts and Performance Studies Cultural and Religious Practices in Indonesia

Publication details

Journal / source
Jurnal Ilmiah KORPUS
Volume
10
Issue
1
Pages
67–76
Publication date
15 April 2026
Language
EN