A Adat, dan Harmoni: Studi Kasus Peran Kearifan Lokal “Lubuk Larangan” bagi Kelestarian Biodiversitas Ekosistem Sungai Masyarakat Mandailing Natal
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kearifan lokal yang dikenal dengan istilah Lubuk Larangan dalam menjaga kelestarian biodiversitas ekosistem sungai di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Lubuk Larangan merupakan praktik adat yang melarang aktivitas penangkapan ikan maupun biota air lainnya di area sungai tertentu dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh masyarakat adat. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, keberlanjutan, serta penghormatan terhadap alam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama tokoh adat, pemuka masyarakat, dan nelayan lokal, serta observasi partisipatif di lokasi-lokasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memahami bagaimana sistem nilai, norma, dan sanksi adat diterapkan dalam mekanisme konservasi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Lubuk Larangan terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai. Tradisi ini tidak hanya membatasi eksploitasi sumber daya perairan melalui aturan adat yang jelas, tetapi juga berfungsi sebagai media pendidikan lingkungan bagi generasi muda, memperkuat ikatan sosial dalam komunitas, serta menjaga keseimbangan ekologi. Partisipasi aktif masyarakat, kepatuhan terhadap norma adat, dan pemberlakuan sanksi sosial yang tegas menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan praktik ini. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Lubuk Larangan bukan hanya warisan budaya lokal, tetapi juga mekanisme konservasi tradisional yang relevan dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Integrasi kearifan lokal ini dengan kebijakan pengelolaan sumber daya alam modern dapat menjadi model efektif dalam menjaga keanekaragaman hayati dan harmoni antara manusia dengan alam Kata Kunci: Adat, Lubuk Larangan, Kearifan Lokal, Konservasi, Biodiversitas, Mandailing Natal
Fields of Study & Subjects
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Coastal Management and Development
Archaeology and Natural History
Publication details
- Journal / source
- Biosel Biology Science and Education
- Volume
- 15
- Issue
- 1
- Pages
- 68–77
- Publication date
- 23 January 2026
- Language
- ID