Peran Masyarakat Wae Rebo dalam Mempromosikan Destinasi Pariwisata Rumah Adat di Desa Satar Lenda Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai (NTT)

Read full text
Authors: Elisabet Harianti Setia, Septa Rahadian, Sari Mellina Tobing
Cited by: 0

Abstract

Salah satu keindahan di Indonesia adalah Pulau-pulau di Provinsi NTT. Wae Rebo sendiri adalah sebuah kampung tradisional yang letaknya di kecamatan Satarmese Barat kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo juga merupakan situs warisan budaya dunia yg di tetapkan UNESCO. Ironisnya juga masyarakat Flores juga belum mengenal adanya keberadaan Wae Rebo. Rumah adat manggarai (Mbaru Tembong) ibaratnya kantor umum keluarga, dan dalam hal urusan resmi. Kamar-kamar keluarga ranting ranting mirip ‘kamtor legislatif’ (Parlemen), eksekutif (Pemerintahan), dan yudikatif (kehakiman) yang sifatnya alamiah, demokrasi dan dilandasi semangat kekeluargaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini yaitu di Kampung Waerebo yang berada di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Data ini diperoleh dengan cara wawancara mendalam dengan informan (Ketua Adat Wae Rebo), Masyarakat Lokal Wae Rebo, serta hasil observasi di Wae Rebo. Keunikan arsitektur rumah adat Mbaru Niang menjadi daya tarik utama yang membedakan Wae Rebo dari destinasi wisata lainnya. Pelestarian rumah adat Mbaru Niang oleh masyarakat Wae Rebo menunjukkan implementasi konsep community-based heritage conservation. Dalam konteks promosi pariwisata, masyarakat Wae Rebo telah mengembangkan pendekatan yang inovatif dengan tetap mempertahankan nilai- nilai tradisional

Fields of Study & Subjects

Community-based Tourism Development and Sustainability Diverse Aspects of Tourism Research Cultural and Religious Practices in Indonesia

Publication details

Journal / source
MAHARSI
Volume
7
Issue
3
Pages
222–228
Publication date
29 January 2026